DASAR TEORI
Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik atau zat yang di dalam larutanya akan terdisosiasi atau akan terurai menjadi ion-ionnya yang menyebabkan kemampuannya untuk menghantarkan listrik. Ditinjau dari kesetimbangan peruraiannya atau derajat disosiasinya, elektrolit dibagi menjadi :
Elektrolit kuat, yaitu zat yang dalam larutannya terdisosiasi sempurna atau sebagian besar menjadi ion-ion. Zat ini sangat mudah terionisasi dalam larutan, dengan derajat ionisasi 1 atau mndekati 1.Misalnya garam-garam alkali, asam kuat dan basa kuat.
Elektrolit lemah, yaitu zat yang dalam larutannya hanya sebagian kecil terdisosiasi menjadi ion-ion. Zat ini sukar terionisasi, derajat ionisasinya ,mendekati 0. Misalnya sebagian kecil garam-garam, asam lemah dan basa lemah.
Disamping dua kelompok itu, ada juga senyawa yang larutanya dalam air tidak dapat menghantarkan listrik, yang disebut larutan nonelektrolit.
Jika sepasang elektroda dicelupkan ke dalam larutan elektrolit dan dialiri dengan sumber arus searah, maka ada kemungkinan arus yang mula-mula besar menjadi mengecil, ini terjadi karena kemungkinan terjadi peristiwa elektrolisis yang menyebabkan timbulnya lapisan di permukaan elektoda. Hal ini menyebabkan daya hantarnya menjadi berkurang. Oleh karena itu, untuk mencegah hal diatas, dalam mempelajari daya hantar listrik larutan elektrolit digunakan arus bolak-balik.
Jika dalam larutan elektrolit dihubungkan tegangan melalui kedua elektroda, maka akan timbul medan listrik antara kedua elektroda tersebut, akibatnya ion positif akan bergerak menuju elektroda negatif (anoda) untuk mengambil elektron dari elektroda ini (oksidasi), sedangkan ion negatif akan bergerak menuju elektroda positif (katoda) untuk menyerahkan elektron pada elektroda ini (reduksi). Ini berarti dalam larutan elektrolit ini terjadi penghantaran muatan dari elektroda yang satu menuju elektroda yang lain dengan jalan diangkut oleh ion-ion.
Arus listrik dapat ditafsirkan sebagai arus elektron yang membawa muatan negatif melalui suatu penghantar. Perpindahan muatan ini dapat terjadi bila ada beda potensial tegangan diantara kedua elektroda/ Arus listrik akan mengalir dari elektroda yang berpotensial tinggi menuju ke elektroda yang berpotensial rendah. Jika suatu elektroda yang dialiri listrik dengan potensial sama, maka arus yang dihasilkan tergantung pada besarya tahanan. Makin besar tahanan, semakin kecil arus yang dihasilkan. Dalam larutan elektrolit, tahanan tergantung pada jenis elektrolit dan konsentrasi.
Aliran listrik dalam suatau larutan elektrolit akan memenuhi hokum Ohm, yang menyatakan bahwa; “besarnya arus listrik (I Ampere) yang mengalir melalui larutan sama dengan perbedaan potensial (V Volt) dibagi dengan tahanan (R Ohm). Secara matematika hokum Ohm dapat ditulis :
I = V/R
Tahanan suatu larutan bergantung pada dimensi larutan lainya berdasarkan rumus :
R = ρ l/A
Dimana :
ρ = tahanan spesifik atau resistivitas, Ohm.cm
l = panjang, cm
A = luas penampang, cm2
Untuk suatu larutan yang tertentu dengan panjang dan luas penampang efektinya tertentu, harga z e n ( u+ + u- ) adalah tetap. Harga yang tetap ini dinamakan daya hantar elektrolit.
A/( l) z e n ( u+ + u- ) = 1/R = L
Dimana : R = Hambatan
L = Daya Hantar
KESIMPULAN
Proses hantaran listrik dalam larutan terjadi karena adanya penghantaran muatan dari elektroda satu ke elektroda yang lain dengan jalan diangkat oleh ion-ion
Pada percobaan I, dengan mengunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara kedua elektroda Cu 1 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00714.
Pada percobaan II, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara kedua elektroda Cu 2 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00257.
Pada percobaan III, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara kedua elektroda Cu 3 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00238.
Pada percobaan IV, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara elektroda Cu dan Au yaitu 1 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00285.
Pada percobaan III, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara elektroda Cu dan Au yaitu 2 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00119.
Pada percobaan III, dengan menggunakan larutan asam asetat 100 mL, jarak antara elektroda Cu dan Au yaitu 3 cm, nilai daya hantarnya adalah 0,00119.
Semakin besar jarak antara kedua elektroda maka semakin kecil nilai daya hantar elektrolitnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin,Zaenal.2005.Petunjuk Praktikum Fisika Dasar.Yogyakarta:STTN-BATAN.
Bird,Tony.1987.Kimia Fisik Untuk Universitas.Jakarta:PT Gramedia.
Kundari,Anis.2006.Kimia Dasar.Yogyakarta:STTN-BATAN
Wood,Keenan.1992.Kimia Untuk Universitas.Jilid I.ed VI.Jakarta:Erlangga.
21.04 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar